Langsung ke konten utama

Cerita di KRL

Dear Noam
Malam ini saya menuju Jakarta di hari yang tak biasa. Malam minggu semestinya masih bersamamu, tapi karena ada agenda kantor ke bandung besok saya bergegas kembali dari Bogor. Saya memilih naik KRL. Di tengah perjalanan tiba tiba seorang mak mak dengan dua orang anaknya laki laki dan perempuan yang masih balita memilih duduk sampingku. Si kecil perempuan sambil berdiri serius mandang jendela KRL dan kakanya yang cowok malah tiduran pules di dekatku seperti tidak ada halangan baginya sewaktu waktu ada yang butuh tempat duduk. Maklum lagi pula dia hanya seorang bocah serupa dirimu. satu hal ingin kukatakan ternyata sampai saat ini saya belum sempat mengajakmu naik kereta api. hanya lagunya saja berkali kali kunyanyikan untukmu. Sama seperti saat kamu rewel, saya hanya melambai lambaikan tangan dan jari berusaha membentuknya menyerupai pesawat agar kamu terhibur. padahal saya sadar itu adalah pembohongan. lho pembohongan? iya coba bayangkan jari tangan ini sengaja diputar putar lalu diterbangkan sambil mengatakan sebagai pesawat untukmu. memori anak cepat menangkap pesan. meskipun masih balita terkadang orang tua terpaksa mendamaikan kalian dengan cara masing masing. usai kamu tersenyum melihat jari jari "pesawat" saat itulah saya merasa receh di hadapanmu.
Bocoh perempuan di kereta tadi sebelum turun terdengar suaranya " naik kereta api tut tut tut. siapa hendak turun" ...
Kembali saya merasa gagal sebagai " teman " baikmu.


Jakarta Sedang hujan 24 Nov 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Buku Teori Budaya, karya David Kaplan dan Robert Manners

Antropologi “ metodologi dan pokok soal dalam penyusunan teori” Pada pembahasan awal Buku karya Kaplan dan Manners yang bertajuk teori budaya ( the teory of culture ) mengetengahkan masalah mendasar Antropologi sebagai suatu bidang pengetahuan yang mendisiplinkan diri dalam kaidah ketat epistemology,   pada akhir abad sem bilan belas. Menurut keduanya, pokok –pokok problem yang diperhatikan Antropolog dapat diringkas menjadi dua pertanyaan besar yang saling terkait, yaitu   pertama, bagaimanakah berkerjanya berbagai system budaya yang berbeda-beda? kedua, bagaimanakah sistem-sistem budaya yang beraneka ragam itu   mendapat tempat seperti saat ini? (Kaplan &Manners hal 2)                 Problem mendasar dalam uraian akademis yang dikemukakan oleh Kaplan dan Manners tersebut,   merujuk pada pemahaman mengenai perbedaaan   pada setiap budaya, baik dari segi ruang maupun waktu, dimana semua budaya sama. Sehingga keduanya beranggapan memungkinkan disiplin Antropologi t

Resensi: Simulasi dan Hiperrealitas dalam film SIMONE

   Ciri khusus genre film sains fiksi Holywood kerap kali mengetengahkan ide tentang keunguulan komputerisasi sebagai satu-satunya instrument penting industri film Amerika serikat dewasa ini. Ilustrasi dimensi ruang dan waktu dalam virtualisasi kapsul digital menjadi penanda dimulainya  era digitaliasi sebagai tema mainstrim performativitas film Holywood, setidaknya 10 tahun belakangan.       Dari sekian banyak film bergendre sains fiksi, salah satu yang masuk kategori film favorit-ku tahun 2011 jatuh pada SIMONE. Film besutan sutradara Anderew Nicola yang dibintangi aktor Alpacino ini, sempat direkomendasikan oleh ketua prodi Kajian Budaya dan Media, Prof. Heru Nugroho sebagai salah satu dari sekian banyak tugas mata kuliah teori kritis dan posmodernisme.       Sekedar catatan, melalui film ini setidaknya kita diajak berkenalan dengan sejumlah teori postmodernisme. Lewat Simone memungkinkan siapa saja bisa mengenaliasis fenomena  digitaliasi masyarakat kontemporer.  Ter

Menjadi Abnormal

#Tulisan lawas- Juli 2009     P erkembangan teknologi informasi memungkinkan siapa saja terlibat aktif menjalin hubungan dengan siapapun dan dimanapun. Perangkat jejaring sosial   yang akhir-akhir ini digandrungi hampir semua kalangan, menjadi petanda bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu instrument penting dalam   prasayarat pergaulan sosial. Meskipun stigma ini belum menjadi dasar   pembenaran.    Berbicara soal peluang dan kesempatan terkait situs jajaring sosial. Saya punya pengalaman unik, aneh dan mungkin bisa dibilang berlebihan. Kejadian ini bermula ketika   sebagian   teman-teman kampus   jadi pengguna aktif friendster salah satu situs jejaring sosial. Awalnya,   Jamil kerabat saya se-kampus dan juga se-kampung meperkenalakan mesin ini. Dari dialah cerita kecanggihan friendster yang katanya sanggup membuka akses komunikasi virtual dengan siapa saja dari pelosok dunia, terpaksa   saya mengharuskanya membuatkan accout di situs itu.      Sebena